• RSS
  • Facebook
  • Twitter
Comments

Mumpung lagi nganggur aku terusin cerita kemarin ya...

Flashback cerita yang lalu...
Penerimaan murid baru sedang berlangsung di La Maison, Hermit dan Justi memamerkan kemampuan menggunakan buku sihir. Pertarungan mereka akan segera berakhir.


[Tidak tinggal diam Justi mengaktifkan mantra Power dan menambah kekuatanya berlipat ganda, dengan ini Hermit pasti akan kalah apabila dia diserang oleh Justi.

“aku yang akan menang pak tua! Haha”.]


EPISODE II


3 MURID BARU

Kemudian Justi pun menyerang Hermit “haha, aku akan menang pak tua” tapi Hermit pun mengaktifkan buku sihir terakirnya yaitu buku sihir Takdir dengan menghilangkan buku sihir yang tidak terpakai yaitu Kekuatan dan Kebijaksanaan untuk merubah Justi menjadi posisi bertahan.  Justi pun terkejut dan tidak tinggal diam, dia pun membaca buku sihir Takdir berusaha merubah Hermit menjadi bertahan tapi ternyata tidak terpengaruh, dia baru ingat kalau pengaruh buku sihir Kebijaksanaan masih ada. Akhirnya Justi pun mengaku kalah.

“hohoho, kau masih harus banyak belajar Justi”. Kata Hermit.

“Benar, ternyata kau masih saja hebat pak tua. Haha”. Justi pun tertawa.

Tiga pasang mata yang takjub melihat pertandingan mereka hanya bisa diam dan kagum.

“Baiklah anak anak, perkenalkan nama kalian satu persatu”. Hermit mengagetkan mereka bertiga.

Langsung saja seseorang dari mereka yang berbaju kuning menjawab dengan penuh semangat. 

“Halo, namaku adalah Le Mat. Seorang penyihir yang akan menjadi penyihir terhebat di dunia ini. Kemampuan khususku adalah di bidang enchanter. Salam kenal!”.

“Penyihir terhebat? Apa kau bercanda?”. Salah satu murid baru dengan baju biru yang terlihat sangat cuek menghardiknya, Le Mat seperti tidak terima.

“Sudah sudah, ayo yang berbaju biru perkenalkan siapa dirimu”. Potong Hermit tidak ingin ada pertengkaran.

“Aku Batel, seorang penulis buku sihir”. Jawab murid berbaju biru yang ternyata bernama Batel.

“Hahaha, ternyata hanya seorang penulis”. Le Mat mengejeknya.

“SUDAH DIAAAAM LE MAAAAAT”. Justi berteriak dengan kencang di telinga Le Mat sehingga dia terkejut dan menabrak murid terakhir dengan jubah coklat,  wajahnya tertutup oleh jubahnya. Saat murid berbaju coklat akan jatuh, Hermit memegangnya sebelum dia terjatuh. Hermit sangat terkejut.

“Maaf aku tidak sengaja”. Le Mat pun meminta maaf.

“Hai, namaku Temper”. Suara yang merdu dan halus keluar, ternyata murid terakhir adalah seorang wanita pemalu dan cantik.

“Gadis ini, benarkah dia...”. Kata Hermit dalam hati.



Bersambung...

Tunggu cerita selanjutnya yaa ^^
[...]

Comments


Selama ini nama Poksie sudah teramat tenar dan santer terdengar di mana-mana. Sebagai komunitas duelis yang lahir dan besar di Tulungagung, Jawa Timur ini, ada yang tahu tidak arti nama Poksie? Setidaknya maksud di balik nama tersebut?

Nih, aku kasih bocoran ya..

Nama Poksie dahulu sebenarnya digagas oleh beberapa siswa SMP yang gagal dalam ulangan harian Mapel Geografi sebelas tahun silam. Nilai mereka bisa dibilang hancur banget. Hingga mereka mendirikan kelompok belajar dengan nama POKSIE. Sumpah, singkatan yang sebenarnya nama ini sangat mengenaskan sekali. Sampai-sampai lidah ini serasa beraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattt banget mau sebutkan. Hehe..

Lambat laun akhirnya berkembanglah kelompok ini menjadi komunitas bermain dan belajar. Eh, karena keasyikan bermain, belajarnya jadi dilupakan. Hadeh..

Setelah mengenal permainan Yugioh! TCG, personil POKSIE mendirikan Poksie Assosiation of Duelist pada tahun 2003 yang sampai sekarang berkembang menjadi Poksie Duelist Community yang kita kenal. Lalu sebenarnya, apa singkatan dari Poksie itu sendiri.

Nih, aku kasih tahu ya, singkatannya adalah “Perkumpulan Orang-Orang Kreatif Seluruh Indonesia” dan diakronimkan menjadi Poksie. Tapi itu adalah singkatan setelah jadi komunitas duelis. Singkatan aslinya yang jadul banget tetap akan dirahasiakan hingga sekarang.

Nah sudah pada tahu kan sekarang. Any question Saudara-Saudara? Hehe..

Yeyen F.

[...]

Categories:
Comments

HALO HALOOO!
Lama sekali tidak meng-update blog ini. jeezz, mana yang lain gak ada yang mau nulis apa gitu. eh, maaf maaf malah mengeluh ^^. Sekarang lagi ada trend ni di Poksie, trend nya itu membuat cerita deck/archetype yang kalian gunakan. Nah, aku bakal share cerita deck yang aku gunakan disini. Maaf kalau ceritanya tidak seru dan kurang menarik karena sebisa mungkin disamakan dengan kartu kartunya, palagi ceritanya masih bersambung. Anggap saja ini seperti anime. Setiap minggu satu episode :D. Baiklah tak usah banyak cing cong cung ceng, begini ceritanya...

Pada jaman dahulu kala....

EPISODE I.


PROPHECY FORETOLD

Disuatu tempat yang jauh disana, terdapat sebuah negeri yang sangat besar dan kuat. Tak ada yang bisa menandingi kebesaran dan kekuatan negeri tersebut. Negeri yang berdiri dengan kekuatan sihir yang menakjubkan. Semua orang di negeri tersebut dilahirkan sebagai seorang penyihir. Mereka di sebut sebagai bangsa “Prophecy”.

Semua bangsa lain dikalahkan dengan kekuatan mereka yang di dapat dari buku buku sihir yang sangat kuat, buku buku sihir tersebut disebut “Spellbook”.

Kekaisaran prophecy dipimpin oleh seorang kaisar bernama Empereur. Empereur sangat kejam, dia adalah seorang yang tidak segan segan mengorbankan prajuritnya untuk kepuasanya. Dia mempunyai ratu yang sangat baik dan cantik bernama Tris. Tris sangat berbeda dengan Empereur, dia adalah seorang wanita kesatria, dia dijuluki Saint Tris oleh para penduduk karena dia adalah pemimpin di medan perang.
Bangsa prophecy sangat kuat karena memilik sepasang pendeta dengan kekuatan yang tidak bisa dibayangkan, Junon dan  Heiron, mereka berdua adalah kekuatan terbesar dari para prophecy. Ditambah dengan kepemimpinan Tris, kekuatan mereka bertiga bisa menghancurkan sebuah negara hanya dalam waktu yang singkat.
Pasukan elit para prophecy disebut “3 FORMASI SIHIR”, dengan kemampuan mereka masing masing yaitu Si pemanah L’Amour, Kesatria berkuda Chariot dan Si kuat Force. Mereka sangat hebat dalam bertarung dan mereka bertiga belum pernah terkalahkan sekalipun di medan perang.
Kekuatan bangsa prophecy di dapat dari buku sihir dengan kekuatan masing masing, tapi hanya orang orang tertentu yang bisa menggunakan buku buku sihir tersebut. Mereka harus belajar dari sebuah institut yang sangat megah dan besar yaitu Institute Sihir La Maison. La Maison adalah pusat pendidikan, kekuatan, kemegahan, kebanggaan, juga pembuatan dan daur ulang buku sihir. La Maison di kepalai oleh seorang penyihir yang sudah sangat tua dan sangat bijaksana, dia disebut sebagai tetua para prophecy yaitu Hermit. Disana terdapat seorang instruktur Sihir, Justi dan Praktisi sihir La Pende. Kemegahan La Masion bisa dilihat dari adanya Perpustakaan Bulan, Perpustakaan Matahari dan juga Aula Bintang.

Terdapat 7 buku sihir dalam dunia para prophecy yaitu buku sihir Kekuatan, buku sihir Takdir, buku sihir Kehidupan, buku sihir Rahasia, buku Sihir Keabadian, buku sihir Kebijaksanaan, dan buku sihir Master.

Karena kebesaran dan kekuatan para pasukan dengan kekuatan buku sihir, Empereur berhasil menguasai semua wilayah dunia, dia begitu sombong dan sangat kejam pada rakyatnya, banyak rakyat yang menderita dibawah kepemimpinanya. Kelaparan, Kemiskinan, Penyakit dimana mana dan rakyatpun tersiksa, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, keadaan yang sangat berbeda dengan ibu kota yang sangat maju, makmur dan glamor.
.................................................................

Kisah ini berawal ditempat berbeda yang penuh keceriaan, dalam kemegahan institute buku sihir La Maison...

Penerimaan murid baru sedang berlangsung hari ini, tahun ini terdapat tiga murid baru yang terpilih untuk menuntut ilmu di La Maison, mereka bertiga adalah murid murid terpilih yang sangat berbakat dan belum ada yang tahu bahwa mereka akan merubah masa depan dunia...

Seperti biasa Hermit sebagai kepala institute dan Justi sebagai instruktur menunjukan kemampuan mereka dengan bertarung didepan para murid baru, mereka sama sama membawa 3 buku sihir untuk bertarung supaya adil yaitu buku sihir Kebijaksanaan, buku sihir Kekuatan dan buku sihir Takdir.

“uhuk uhuk, akan aku tunjukan kekuatan orang tua ini. Hohoho”. Kata Hermit.

“ayo kita mulai pak tuwa,” balas Justi.

Hermit pun membaca mantra buku sihir Kekuatan, mencoba menambah kekuatanya. Justi tidak membiarkanya, tanpa pikir panjang dia membaca mantra buku sihir Kebijaksanaan ditujukan pada Hermit akan tetapi tak diduga hermit pun mengaktfikan buku sihir Kebijaksanaan untuk dirinya sendiri sehingga hermit tidak terpengaruh oleh mantra buku sihir Kekuatan.

Tidak tinggal diam Justi mengaktifkan mantra buku sihir Kekuatan dan menambah kekuatanya berlipat ganda, dengan ini Hermit pasti akan kalah bila diserang oleh Justi.

“aku yang akan menang pak tua! Haha”.

Bersambung... 

Tunggu cerita selanjutnya yaa ^^
*Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tempat, atau alamat itu memang disengaja ^^
[...]

Comments


Halo para duelist! kali ini bukan Sam yang akan menemani kalian membuat artikel disini. Sam berada dibawah penguasaanku petapa dari para penyihir, Hermit of Prophecy! Mari aku perkenalkan diriku, aku adalah penyihir dari negeri yang jauh disana, aku disebut petapa dari para prophecy karena aku adalah yang paling tua diantara mereka. hohoho! aku datang kesini menggunakan Sam sebagai tempat untuk menulis pengalaman petapa tua ini hari minggu lalu. Tetaplah bersamaku untuk mengikuti cerita ini atau akan aku gunakan kekuatan sihirku untuk me-nyantet kalian! hohoho!

Baiklah langsung saja, dengarkanlah petapa tua ini bercerita uhuk uhuuuk...

Pagi itu, dibawah sinar mentari yang cukup hangat, dengan angin yang semilir dan ramainya orang orang, di sebuah tempat yang indah... Suara gemericik air mancur menyambutku datang, dengan tulisan taman kusuma wicitra yang terpampang membuatku merasakan semangat dari tubuhku yang sudah tua. Saat aku berjalan mendekati tempat itu, tempat yang sudah biasa aku datangi. Dibawah pohon beringin yang rindang, diatas rumput-rumput yang hijau, ditemani burung merpati yang berterbangan terlihat mereka teman-teman duelist yang sedang seru berduel.

Mereka melihatku datang, tapi tidak tahu kenapa tawalah yang aku rasakan. hohoho! Mereka memang selalu membuat petapa tua ini bisa tertawa lepas tanpa beban. Terima kasih. Abdul latif menyapaku dengan gaya khasnya yang agak-agak konyol " Terlihat dari jauh, Kedatanganmu seperti di tipi-tipi " dan aku pun langsung tertawa. hahaha! kemudian aku berfikir *pasti dia menyamakanku dengan artis film kolosal di Indosiar yang akan melawan gundam -_-*. Ritual pun aku lakukan, ritual mempererat pertemanan dengan menyalami satu persatu duelist yang datang. Satu, dua, tiga... ternyata masih banyak yang belum datang, padahal petapa tua ini sudah terlambat satu jam. Hohoho! 

Kegiatan besar di Alun Alun Tulungagung biasanya mendatangkan banyak sekali kejutan, entah dilihat orang, dikerumuni anak-anak kecil, atau bahkan terjadi heavy storm saat duel berlangsung sehingga para duelist terbang keman mana. hohoho! Dulu pernah kegiatan kami diliput oleh suatu majalah sekolah, yaitu majalah sekolah SMPN 3 Tulungagung. Kami diliput sebagai salah satu komunitas unik. Apakah kali ini akan ada hal menarik yang akan terjadi? Waktu berjalan beberapa menit.....  Tiba-tiba...banyak cewek berdatangan, mereka cantik-cantik, imut-imut, unyuw-unyuw, petapa tua ini sempat terkejut... APA MUNGKIIIN???

uhuk uhuk...
Ternyata kekuatan Sam mulai menguasaiku, kekuatan petapa tua ini semakin memudar. Aku akan kembali dengan Hari Minggu Di Alun Alun Tulungagung II.
Stay Tuned! A Bra Ka Da Bra!

To be Continued...
[...]

Comments

Akirnya sekali lagi Poksie dibangkitkan setelah Poksie Generasi "S" Duelist Community dibubarkan karena adanya rencana merger antara Poksie Duelist Community dengan DATA beberapa waktu yang lalu. Penggabungan dua grub tersebut tidak bisa terlaksana karena banyak perbedaan prinsip antar masing masing duelist. Setelah ketidak jelasan beberapa waktu belakangan yang mengakibatkan duelist-duelist Poksie terpencar, karena dahulu Poksie Duelist Community terdiri dari beberapa kelompok duelist yang ingin bersama-sama berkumpul untuk berduel bersama dengan prinsip rasa saling menghargai dan saling menghormati berdasarkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Semua duelist sadar terasa tidak asik lagi apabila tidak ada suatu komunitas yang menaungi dan menjadi tempat kreatifitas mereka dalam berduel. Akhiryna semua duelist Poksie bersama-sama bergandengan tangan untuk menyatukan kembali kelompok-kelompok kecil yang ada dalam satu wadah baru dengan kepengurusan dan konsep baru yaitu Neo-Poksie Duelist Community.

Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari acara rapat di alun alun tulungagung tadi siang antara lain :

  1. Poksie Duelist Community dibangkitkan lagi dengan kepengurusan dan konsep yang baru.
  2. Kepengurusan akan dibentuk oleh perwakilan dari kelompok-kelompok yang bergabung dalam Neo-Poksie Duelist Community.
  3. Anggota resmi yang terdaftar dalam Poksie Duelist Community untuk sementara sebanyak 20 orang.
  4. Anggota yang mendaftar untuk mengikuti Poksie Duel Akademi 15 orang, semua masuk dalam klan White Cloud.
  5. Duelist yang tidak sempat hadir atau berada diluar kota bisa melakukan pendaftaran ulang dengan menghubungi pengurus.

Acara tidak hanya pada rapat untuk membangkitakan dan pendataan ulang anggota Poksie Duelist Community, akan tetapi setelah itu diadakan turnamen tag team. Turnamen tersebut bebas biaya dengan hadiah seadanya karena selain untuk memupuk rasa persaudaraan juga untuk mengajarkan bahwa kita berduel bukan untuk hadiah, tapi lebih kepada bagaimana menikmati duel dengan teman. Alun alun Tulungagung memang tepat seagai tempat untuk berkreasi dan mengekspresikan diri.



Diharapkan Poksie Duelist Community bisa kembali pada tujuan awal yaitu mengembangkan dan meramaikan arena duel Yugioh di Tulungagung. Dengan semangat dan konsep yang baru diharapkan Poksie Duelist Community bisa menjadi tempat mencari teman, tempat berduel, tempat bercengkerama, tempat bertukar pengalaman, tempat berkreatifitas dan bisa menaungi duelist yang tidak mempunyai komunitas khususnya di kawasan Tulungagung dengan rasa persaudaraan, kekeluargaan, persahabatan, saling menghargai dan saling menghormati antar sesama duelist. Salam Poksie, Duel Satu Hati.


   
[...]